Keunikan Gempa di Planet Mars

- Mei 05, 2018
ilustrasi
KAWAN JULKIFLI MARBUN -- Gempa tidak hanya terjadi di Bumi, namun juga terjadi di planet lainnya seperti Mars. Dan badan antariksa asal Amerika Serikat, NASA, akan segera meluncurkan misi eksplorasi Mars terbaru pada Sabtu (5/5/2018) esok, untuk memahami fenomena gempa di planet merah.

Dilansir dari Live Science, desain dari misi yang dinamai Interior Exploration using Seismic Investigations, Geodesy and Heat Transport (InSight) terinspirasi dari mesin lander Mars yang sebelumnya, yaitu Phoenix. InSight sendiri merupakan mesin generasi terbaru dengan sambungan tangan robot, yang nantinya berfungsi untuk meletakkan seismometer pada permukaan Mars guna mengukur gempa yang terjadi.

InSight memiliki peralatan khusus untuk mengukur temperatur interior Mars, dan melacak getaran di kutub utara untuk mengungkapkan tampilan serta ukuran dari inti metalik planet.

Jika semuanya berjalan lancar InSight akan mendeteksi segala macam getaran yang terjadi di bawah permukaan Mars selama dua tahun (dua tahun Bumi, atau yang setara dengan satu tahun di Mars). Data-data ini akan dikumpulkan dan dianalisa untuk menjawab berbagai pertanyaan fundamental terkait bagaimana planet berbatu, seperti Bumi, awalnya terbentuk.

Gempa bumi di Mars, atau marsquake, pada dasarnya merupakan getaran yang sama seperti gempa di Bumi. Namun kemungkinan besar mekanisme gempa di Mars berbeda secara fundamental dari gempa di Bumi. Dan perbedaan inilah yang dirasa dapat membantu peneliti memahami lebih baik, bagaimana Bumi awalnya dapat tercipta.

Di Bumi sendiri, gempa terjadi karena adanya pergerakan lempeng tektonik yang berada di lapisan terluar permukaan Bumi, tepat di atas mantel Bumi. Lempeng tektonik terus bergerak secara konstan, sekitar 5-10 cm dalam setahun. Mereka saling bertubrukan, atau melewati satu sama lain tanpa benturan.

Terkadang saat suatu lempeng bergerak melewati lempeng lainnya, pinggirannya bisa tersangkut dan terhenti, walaupun bagian lempeng lainnya terus bergerak. Bagian lempeng yang tersangkut dapat mengakumulasi energi yang biasanya digunakan untuk bergerak. Saat lempeng ini akhirnya menyusul bagian lempeng sisanya, lempeng akan merilis semua energi tersebut sebagai gelombang seismik, dan hal ini menyebabkan getaran.

Pasalnya, Mars tidak memiliki lapisan luar seperti lempeng tektonik Bumi. Jadi, apa yang menyebabkan gempa di Mars?

Nampaknya fenomena lain selain tubrukan lempeng tektonik juga dapat menyebabkan gempa di suatu planet – seperti permukaan planet yang sedikit menyusut ke dalam karena pendinginan planet, tekanan magma dari dalam planet yang menekan ke permukaan luar, atau karena dampak tabrakan meteor.

Namun getaran yang terasa di Mars, jika dibandingkan dengan Bumi, sangatlah kecil. Malah, skalanya seperti skala atom.

Gelombang seismik biasanya menyebar di seluruh planet. Material inti planet yang berbeda dapat merefleksikan gelombang seismik dengan cara yang berbeda pula. Dan dari perbedaan inilah peneliti dapat mengetahui petunjuk terkait isi interior planet Mars.

Jadi nantinya, peneliti dapat menyusun gambar 3 dimensi Mars.

Sejarah awal Bumi mungkin telah terhapus dan tak diketahui lagi jejaknya karena Bumi terus bergolak dan mendaur ulang keraknya. Aktivitas Bumi sangat aktif, dan bukti dari semua proses ini pada dasarnya telah terhapus oleh lempeng tektonik.

Namun beda cerita dengan Mars, yang bisa dikatakan minim aktivitas dibandingkan Bumi. Pada dasarnya semua planet berbatu terbentuk dengan cara yang sama, lalu penampilan dan eksteriornya mulai berubah secara radikal dalam kurun waktu miliaran tahun. (sumber)




Advertisement